.

Pages

Tampilkan postingan dengan label Tentang Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 November 2017

Quote Al Qur'an... (Bagian 2)

Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan setidaknya dengan 3 tujuan :
1. Dibaca untuk beribadah kepada Allah SWT
2. Dipelajari isi dan kandungannya
3. Diamalkan


Follow Instagram : @quote_quran_hadits






Mari belajar bersama...

Quote Al Qur'an... (Bagian 1)

Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan setidaknya dengan 3 tujuan :
1. Dibaca untuk beribadah kepada Allah SWT
2. Dipelajari isi dan kandungannya
3. Diamalkan

Follow Instagram : @quote_quran_hadits






Mari belajar bersama...

Sabtu, 02 September 2017

Idul Adha 01 September 2017...

Taqabbalallahu Minna Waminkum... Selamat Idul Adha 1438H... Dari kami sekeluarga yang merayakan momen istimewa ini bersama di Jakarta. Sengaja untuk bisa lagi menjalankan sholat ied di Masjid Istiqlal, masjid terbesar di negeri ini yang mungkin hanya momen lebaran saja bisa kemari bersama berlima mengingat kami sudah berpisah-pisah tempat tinggal...



Semoga di Idul Adha kali ini semua kita umat muslim dimanapun dapat merasakan euforia bersama keluarga... Aamiin..

Jumat, 19 Mei 2017

QS Al Baqarah : 286 ...


Allah SWT tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya 
QS Al Baqarah : 286

Selasa, 21 Februari 2017

Nasehat Kematian...


Bulan ini, sudah beberapa kali mendapati tetangga dekat, saudara dekat dan teman dari kecil menghadap Sang Khalik. Melihat keluarga yang ditinggalkan ada rasa iba di dalam duka cita itu...

Namun kematian tetaplah kematian...Tak dapat ditangguhkan, apalagi mohon dibatalkan. Ketetapan sampainya batas umur tak bisa dikompromikan. Ikhlas tak ikhlas, rela tak rela, bahkan siap tak siap... malaikan Izrail menjemput jiwa yang telah ditentukan jadwal kembalinya.

Bagi kita yang ditinggalkan, sebaik-baiknya hikmah dari kematian adalah menjadiannya sebaik-baik nasehat kehidupan. Kehidupan tak lebih dari menunggu waktu kita dipanggil "Pulang". Dan sebaik-baik waktu menunggu, adalah waktu yang dimanfaatkan untuk menyiapkan bekal untuk perjalanan pulang itu...

Anak, suami atau istri, harta benda, kakak adik, orang tua, teman kerabat, sanak saudara dan apapun yang kita miliki semua akan ditinggalkan. Perjalanan pulang adalah perjalanan kesendirian. Sendiri kita pulang, hanya ditemani bekal yang kita persiapkan. 

Anak kita, tak peduli seberapa besar ia kehilangan kita, tetaplah ditinggalkan. Hanya doanya yang kita harapkan menemani kesendirian dalam perjalanan. Suami atau istri kita, seberapa pun besar cintanya pada kita, kalau belum waktu mereka, tentu tidak akan menemani perjalanan kita. Pun begitu juga dengan teman, kerabat dan sanak saudara, semua hanya akan mengantar kita ke liang kubur saja tidak ada satupun yang ikut serta. Apalagi semua harta benda yang mungkin sewaktu-waktu sebelumnya kita usahakan sampai lupa diri, lupa waktu...tak satupun bisa kita bawa kecuali harta yang kita bagikan di jalan Allah SWT.

Kalaulah semua ditinggalkan, jadi apa guna berlebih-lebihan dalam mencintainya? Sampai lalai lupakan Sang Pencipta? Karena semua yang kita miliki dan ikhtiarkan dalam hidup di dunia, tak lebih dari bahan yang harus kita konversikan, apakah akan menjadi bekal ataukah malah menjadi beban dalam perjalanan pulan ?

Sebaik-baik nasehat adalah kematian, dan semoga kita tidak dinasehati dengan kematian kita sendiri. 

Mengenang semua yang telah lebih dahulu berjalan "Pulang"...
Allahummaghfirlahu... warhamhu... wa'aafihi... wa'fu 'anhu....
Semoga kita semua selalu ingat akan bekal saat berjalan "Pulang"...

***Sumber : Copas sebagian besar tulisan dari Facebook Teman Muhammad Shalahuddin.

Senin, 16 Januari 2017

Mari Selalu Bersyukur...


Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih...
QS. Ibrahim : 7

Senin, 03 Oktober 2016

Penyejuk Hati & Penerus Amal Jariah...


Yang lebih tulus mendoakan kita insya Allah anak-anak kita...
Yang paling menyayangi kita insya Allah anak-anak kita...

Saat mereka belum menikah, mereka memerlukan doa kita orang tua...
Untuk kebaikan dunia akhirat mereka...
Mereka butuh doa terbaik dari kita orang tua...

Tetapi...
Saat kita orang tua telah tua bahkan telah meninggalkan dunia ini...
Kitalah yang membutuhkan doa anak-anak kita...
Doa mereka insya Allah meringankan kesusahan kita disana...
Merekalah amal jariah yang kita tinggalkan di dunia...

Oleh karena itu...
Jagalah mereka menjadi anak sholeh sholehah...
Agar menjadi penyejuk hati saat kita hidup...
Dan penerus amal jariah kita saat waktu tlah usai...

Smoga bisa meninggalkan anak2 sholeh sholehah...
Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin...

Ini sholehah & sholeh-sholehku...

Ya Allah...anugrahkanlah padaku anak yang 
termasuk orang-orang yang shaleh...
 (QS. Ash Shaffat : 100 )

Selasa, 13 September 2016

Kisah Si Tukang Batu...


Diriwayatkan pada saat itu Rasululullah SAW baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada pula yang uzur.

Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah SAW berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.


Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”
Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.”
Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasul pun menggenggam tangan itu dan menciumnya seraya bersabda,
“Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya’.
Rasulullah tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun. Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium tangannya oleh Rasulullah. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.
Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti dilakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah (Fi sabilillah), maka alangkah baiknya.” Mendengar itu Rasul pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu fi sabilillah.” (HR Thabrani)
Orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah amat prihatin terhadap para pemalas.
”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)
”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)

Kamis, 21 April 2016

Khasiat Wirid HAUQOLAH...


Apakah wirid Hauqalah ? Ialah bacaan Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billah. Maknanya tidak ada daya dan kekuatan untuk berusaha kecuali dengan kehendak dan izin Allah SWT. 

Hadist Rasulullah SAW :
"Tidakkah kamu mau aku tunjuki salah satu harta simpanan di surga? Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billah." (HR Bukhari Muslim)

Pahala bagi yang mengucapkan wirid dzikir tsb disimpan di surga sebagaimana dikumpulkan, disimpan dan dijaga harta kekayaannya. Imam Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan bahwa keutamaan kalimat itu adalah krn kalimat itu adl kepasrahan dan menyerahkan urusan kepada Allah Ta'ala, merendahkan diri kepada Allah. Sesungguhnya tidak ada yang bisa berbuat selain-Nya, tidak ada yang bisa menggagalkan keputusan-Nya, dan hamba tadi tidak kuasa sedikitpun dalam urusan tadi.

Demikianlah tulisan ini semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Aamiin...

Selasa, 29 Maret 2016

Umar Bin Khattab..Singa Padang Pasir...











Umar bin Khattab adalah penduduk surga yang berjalan dimuka bumi. 
Dalam Hadits Rasulullah SAW : "Sewaktu tidur aku bermimpi,
seolah aku berada di surga, kemudian aku melihat seorang wanita berwudhu 
di samping sebuah istana, maka aku bertanya Milik siapa istana itu? 
Mereka menjawab "milik Umar" Maka aku teringat akan kecemburuan
Umar sehingga aku menjauhi istana itu.
Umar menangis dan berkata "Demi Allah mana mungkin aku akan
cemburu kepadamu Wahai Rasulullah.."
(HR Bukhari)


Setan takut padanya, Hadist Rasulullah SAW :
"Wahai Ibnu Khattab, demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya,
tidaklah setan bertemu denganmu di suatu jalan melainkan ia akan
mengambil jalan yang lain dari jalanmu."
(HR Bukhari No.3480)


Masuk Islam didoakan oleh Rasul. Suatu hari Rasulullah SAW berdoa
kepada Allah SWT. "Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu
dari dua orang yang Engkau cintai yaitu Abu Jahal bin Hisyam atau
Umar bin Khattab."
Maka yang lebih Allah SWT cintai dari keduanya adalah Umar.


Diberikan ilham, padahal bukan nabi. Perkataannya sering bersesuaian
dengan wahyu. Rasulullah SAW berkata :
"Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari Bani Israil ada yang
diberikan ilham walaupun mereka bukan nabi, jika salah seorang
dari umatku mendapatkannya, maka Umar lah orangnya."
(HR Bukhari)


Sumber : Slideshare Hamdiyaturrohmah dan Facebook Islampos


Tentang Lalat dan Obat...


Sungguh..semua penciptaan Allah SWT memiliki makna dan manfaat...
meski pada binatang kecil seperti lalat sekalipun...

Jumat, 26 Februari 2016

Fardhu Ma'i, Jangan Dikuasai Sendiri...



Allah SWT memberikan anugrah kepada kita berupa mata air kehidupan. Air merupakan salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Bayangkan saja jika dunia ini tanpa air, tentu makhluk hidup kesulitan untuk bertahan hidup. Maka dari itu, syukurilah apa yang telah Allah SWT limpahkan kepada kita, khususnya bagi kita seorang fardhu ma'i. 

Siapakah fardhu ma'i itu? Fardhu Ma'i adalah orang muslim yang mempunyai sumur atau air sungai yang melebihi kebutuhan minumnya, dan pengairan untuk tanaman dan pohonnya. 

Hukum fardhu ma'i (kelebihan air dari kebutuhan) ialah diberikan kepada kaum muslimin yang membutuhkannya secara gratis. Sebab Rasulullah SAW bersabda, "Kelebihan air tidak boleh dijual." (Diriwayatkan Muslim).

Adapun syarat Fardhu Ma'i adalah :
1. Memberikan kelebihan air itu tidak merupakan fardhu 'ain kecuali setelah seseorang melebihi kelebihan.
2. Orang yang diberi kelebihan air ialah orang yang membutuhkannya.
3. Pemberian kelebihan air tidak menimbulkan sedikit pun madzarat pada pemberinya.

Jadi, wujud kita bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan itu ialah dengan memberikan air yang kita miliki secara berlebih kepada orang lain yang membutuhkannya. Jangan malah kita kuasai seorang diri. Apalagi hingga kita jadikan itu sebagai alat pemenuh ekonomi atau penambah penghasilan. Sebab air itu adalah karena rahmad Allah SWT untuk kebaikan bersama.

Sumber : www.islampos.com

Kamis, 25 Februari 2016

Jangan Bersedih Karena Musibah...


Jangan Menghitung Nikmat Allah SWT...


Mari Membaca, Mempelajari dan Mengamalkan Al Quran...


Semoga anak-anakku menjadi pribadi yang selalu mencintai membaca Al Quran dan memahami dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya...

Dan menjadikan Al Quran dan Hadits Rasulullah SAW sebagai pedoman kehidupan...

Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin...

Pahala Sempurna...