.

Pages

Selasa, 29 Maret 2016

Umar Bin Khattab..Singa Padang Pasir...











Umar bin Khattab adalah penduduk surga yang berjalan dimuka bumi. 
Dalam Hadits Rasulullah SAW : "Sewaktu tidur aku bermimpi,
seolah aku berada di surga, kemudian aku melihat seorang wanita berwudhu 
di samping sebuah istana, maka aku bertanya Milik siapa istana itu? 
Mereka menjawab "milik Umar" Maka aku teringat akan kecemburuan
Umar sehingga aku menjauhi istana itu.
Umar menangis dan berkata "Demi Allah mana mungkin aku akan
cemburu kepadamu Wahai Rasulullah.."
(HR Bukhari)


Setan takut padanya, Hadist Rasulullah SAW :
"Wahai Ibnu Khattab, demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya,
tidaklah setan bertemu denganmu di suatu jalan melainkan ia akan
mengambil jalan yang lain dari jalanmu."
(HR Bukhari No.3480)


Masuk Islam didoakan oleh Rasul. Suatu hari Rasulullah SAW berdoa
kepada Allah SWT. "Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu
dari dua orang yang Engkau cintai yaitu Abu Jahal bin Hisyam atau
Umar bin Khattab."
Maka yang lebih Allah SWT cintai dari keduanya adalah Umar.


Diberikan ilham, padahal bukan nabi. Perkataannya sering bersesuaian
dengan wahyu. Rasulullah SAW berkata :
"Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari Bani Israil ada yang
diberikan ilham walaupun mereka bukan nabi, jika salah seorang
dari umatku mendapatkannya, maka Umar lah orangnya."
(HR Bukhari)


Sumber : Slideshare Hamdiyaturrohmah dan Facebook Islampos


Novel HUJAN Tere Liye...


Kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun? Karena kenangan seperti hujan, ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya, Bagaimana kita menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya...
(Kutipan dari Novel "HUJAN")

Apa yang terjadi jika hujan tidak pernah turun lagi? Apa yang terjadi, jika kamu tidakpernah mengingatku lagi? Seperti orang-orang yang lupa tentang hujan?
(Quote Tere Liye tentang Novel "HUJAN")

HUJAN..ya itu judul salah satu novel dari penulis yang sedang ngetrend saat ini, Tere Liye. Dari sekian banyak novelnya, kebetulan gadisku, Ses Tasya, yang notabene suka mengoleksi novel2, memang sudah banyak memiliki koleksinya. Tapi entah kenapa aku lebih tertarik untuk membaca novel Tere Liye dengan judul satu ini. Dan memang isi nya menarik dan beberapa makna bisa diambil dari sana. 

Novel dengan tokoh utamanya, Lail seorang gadis muda dan Esok seorang perjaka muda. Novel ini sebenarnya novel romatis yang dibalut dgn science fiction. Keduanya dikisahkan bertemu saat kejadian tragis Gempa yang meruntuhkan kereta bawah tanah yang membuat Lail harus menyaksikan kehilangan Ibunya didepan matanya, dan Esok yang kehilangan 4 kakak lelakinya dan harus menerima saat Ibunya diamputasi kaki. Saat itu terjadi ketika HUJAN...membuat Lail menjadi tidak suka dengan hujan karena kenangan buruk itu. 

Tere Liye memberikan imajinasi di novel ini, dgn menghadirkan karya2 ilmiah yang masih khayalan, hehe..seperti alat kesehatan super canggih yang bisa memodifikasi ingatan bahkan untuk mendelete apa yang ada didalam ingatan, juga kursi roda canggih yang dipakai Ibu Esok, juga mobil walikota yang bisa jalan tanpa dikemudikan, dan endingnya kecanggihan kapal antariksa yang menerbangkan keluar bumi...

Beberapa peristiwa semua terjadi di saat Hujan, dengan hadirnya tokoh lain, seperti Elijah yang membantu Lail untuk menghilangkan memorinya, juga Maryam sahabat Lail yang berambut kribo, dan juga alur yang dibuat maju mundur membuat novel ini menarik untuk dibaca. Kisah  cinta Lail dan Esok yang rumit karena terpisahkan oleh jarak dan kesibukan masing2. Namun karena endingnya happy jadi suka membaca kisahnya..hehe..

Novel ini mengajarkan kita bagaimana harus berjuang, bagaimana untuk terus melangkah maju, untuk menghargai persahabatan, menghargai arti cinta, dan bagaimana manusia harusnya memiliki keikhlasan. 

Demikianlah info dariku ttg novel ini, biar gak penasaran baca deh lumayan untuk mengisi waktu senggang kita dan selingan menambah makna positif dalam perjuangan hidup..hehe...

Tentang Lalat dan Obat...


Sungguh..semua penciptaan Allah SWT memiliki makna dan manfaat...
meski pada binatang kecil seperti lalat sekalipun...

Senin, 28 Maret 2016

Resep Manisan Kolang Kaling...


Bahan Manisan Kolang Kaling :
- 500 gram kolang kaling
- 1000 ml air cucian beras
- 750 ml air
- 250 gram gula pasir
- 3 lembar daun pandan
- 8 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya
-1 sendok teh garam
-1/4 sendok teh pewarna 

Cara Membuat :
Cuci kolang kaling dengan air cucian beras dan cuci bersih
Rebus air, gula pasir, daun pandan, daun jeruk, garam, dan
pewarna sampai mendidih
Masukkan kolang kaling, didihkan sebentar, saring
Rebus kembali kuah sampai mendidih, angkat
Masukkan kembali kolang kaling
Dinginkan semalaman

Untuk 6 porsi

Sumber : Facebook Resep Bunda

Rabu, 09 Maret 2016

Trip 3 Negara Ses Tasya.. 28 Feb sd 10 Maret 2016...

Sesuai judulnya.. ya inilah perjalanan 3 negara sulungku, Ses Tasya pada 28 Februari sd 10 Maret 2016. Trip ini dilakukannya bersama teman kuliah STAN nya. 3 Negara yang dikunjungi Singapura, Malaysia dan Thailand..

Awalnya perlu meyakinkan dulu Papinya untuk memberi izin sang gadisnya trip ini. Dan alhamdulillah dikasih izin dan jelas seneng banget deh yang mau trip. Kalo Singapura dan Malaysia bukan kali pertamanya tapi Thailand baru kali ini si Ses akan kesana. 

Saat keberangkatan aku mengantar ke Terminal 3 Soeta, berat juga rasanya, karena ia wanita dan ini trip pertama keluar negeri dirinya tanpa didampingi keluarga. But.. melihat selama ini Ses Tasya memang bisa menjaga diri, alhamdulillah aku pun hanya bisa mendoakan smoga perjalanan itu dilancarkan dan si Ses happy bareng teman2nya. 


Saat berangkat ke tujuan pertama Malaysia...

Penampilan Ses Tasya Ala-ala Backpackeran... 

Twin Tower Malaysia Sekarang VS Dulu.. 

Batu Cave Malaysia Sekarang VS Dulu...

Putrajaya Malaysia... Ses dan Temannya..

Merlion Park Singapore Sekarang VS Dulu... 

 Flower Dome Singapore ...

Wat Chalong Phuket Thailand, Ses dan teman2 STAN nya..

Inilah oleh2 Ses dari Trip itu, kebetulan lagi kekinian saat itu...

Alhamdulillah 10 Maret 2016 si Ses pulang ke Indonesia. Perjalanan itu benar2 menyenangkan baginya, banyak cerita seru yang ia dapat, dari bagaimana trip membawa tas backpacker yang berat tapi dibantu teman2 laki2 nya bergantian membawa, bagaimana mereka bisa trip antar tempat di Thailand yang jauh dengan menyewa mobil pick up dan rame2 duduk di belakang, bagaimana mereka berebutan charger hp yang hanya ada 2 colokan, hehe... mendengarnya aja seru apalagi bagi yang merasakan. 

Okelah Nak, smoga perjalanan itu menjadi bagian cerita hidupmu yang ceria dimasa muda mu dan kelak akan selalu kau kenang..  

Rabu, 02 Maret 2016

Resep Soto Daging Bening Rumahan...


Bahan-bahan :
- 1/2 kg daging sapi iris kecil (sesuai kebutuhan)
- Suun, tauge soto, irisan kol (sebagai pelengkap, direbus sebentar dan ditiriskan)
- Telur secukupnya (rebus belah dua)
- Emping (goreng)
- Daun bawang dan daun seledri secukupnya (iris tipis)
- Bawang goreng
- Jeruk lemon (iris untuk diperas)
- Haluskan : 1 sdt merica bubuk + 1 ruas jahe + 5 siung bw merah + 10 siung bawang putih

Cara membuat :
1. Rebus irisan daging hingga empuk.
2. Goreng sebentar bumbu yang dihaluskan dan campurkan ke dalam rebusan daging tadi.
3. Siapkan campuran suun, tauge, irisan kol, dan telur, siram dengan kuah soto daging tadi.
4. Peras irisan jeruk lemon.
5. Berikan daun bawang dan seledri, juga bawang goreng
6. Kasih emping di sebelah atas, soto daging bening rumahan siap disajikan.

Resep Sup Buntut Sapi...


Bahan-bahan :
- 1/2 kg buntut sapi
- 3 buah wortel potong 2cm
- 1 buah kentang potong dadu besar
- 1 batang daun bawang iris tipis
- 2 batang daun seledri iris tipis
- 4 siung bawang putih keprek/cincang kasar
- 1 sdt lada bubuk
- 1/2 sdt pala bubuk
- garam secukupnya
- bawang goreng dan sambal tomat untuk pelengkap

Cara Membuat :
1. Rebus buntut sapi hingga empuk.
2. Tumis bawang putih dgn sedikit minyak. Tambahkan lada bubuk dan pala bubuk. Tumis sebentar. Langsung tuang tumisan berikut minyaknya ke rebusan buntut. Masukkan wortel dan kentang, masak hingga empuk.
3. Beri garam secukupnya.
4. Sesaat sebelum diangkat masukkan daun bawang dan seledri, lalu matikan api.
5. Hidangkan dengan taburan bawang goreng dan sambal tomat.

Sumber : Facebook Resep Dunia

Resep Bubur Ketan Hitam...


Bahan Bubur :
- 100 gram beras ketan hitam, rendam selama kurang lebih 2 jam lalu tiriskan
- 2 liter air putih
- 1/2 sdt garam dan gula pasir secukupnya
- 2 lembar daun pandan, diikat simpul

Bahan Saus Santan :
- 200 ml santan kental dari 1 butir kelapa parut (tergantung selera)
- 2 lembar daun pandan, diikat simpul
- garam secukupnya

Cara Membuat :
1. Rebus semua bahan yg sudah disiapkan utk membuat bubur, kecuali gula pasir, masak sambil diaduk sampai setengah matang dan ketan mengental.
2. Tambahkan gula pasir, masak sambil diaduk sampai matang dan mengental, lalu angkat.
3. Rebus semua bahan yang sudah disiapkan untuk membuat kuah santan sambil diaduk sampai mendidih, lalu matikan api kompornya.
4. Letakkan bubur ketan hitam ke dalam mangkuk saji.
5. Siram dengan kuah santan, bubur ketan hitam yang sederhana tapi enak ini siap dihidangkan.

Sumber : Facebook Resep Dunia

Bolehkan Konsumsi Darah Hewan ?...


Hak Kita Atas Sesama Muslim...


Jumat, 26 Februari 2016

Fardhu Ma'i, Jangan Dikuasai Sendiri...



Allah SWT memberikan anugrah kepada kita berupa mata air kehidupan. Air merupakan salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Bayangkan saja jika dunia ini tanpa air, tentu makhluk hidup kesulitan untuk bertahan hidup. Maka dari itu, syukurilah apa yang telah Allah SWT limpahkan kepada kita, khususnya bagi kita seorang fardhu ma'i. 

Siapakah fardhu ma'i itu? Fardhu Ma'i adalah orang muslim yang mempunyai sumur atau air sungai yang melebihi kebutuhan minumnya, dan pengairan untuk tanaman dan pohonnya. 

Hukum fardhu ma'i (kelebihan air dari kebutuhan) ialah diberikan kepada kaum muslimin yang membutuhkannya secara gratis. Sebab Rasulullah SAW bersabda, "Kelebihan air tidak boleh dijual." (Diriwayatkan Muslim).

Adapun syarat Fardhu Ma'i adalah :
1. Memberikan kelebihan air itu tidak merupakan fardhu 'ain kecuali setelah seseorang melebihi kelebihan.
2. Orang yang diberi kelebihan air ialah orang yang membutuhkannya.
3. Pemberian kelebihan air tidak menimbulkan sedikit pun madzarat pada pemberinya.

Jadi, wujud kita bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan itu ialah dengan memberikan air yang kita miliki secara berlebih kepada orang lain yang membutuhkannya. Jangan malah kita kuasai seorang diri. Apalagi hingga kita jadikan itu sebagai alat pemenuh ekonomi atau penambah penghasilan. Sebab air itu adalah karena rahmad Allah SWT untuk kebaikan bersama.

Sumber : www.islampos.com

Kamis, 25 Februari 2016

Jangan Bersedih Karena Musibah...


Jangan Menghitung Nikmat Allah SWT...


Mari Membaca, Mempelajari dan Mengamalkan Al Quran...


Semoga anak-anakku menjadi pribadi yang selalu mencintai membaca Al Quran dan memahami dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya...

Dan menjadikan Al Quran dan Hadits Rasulullah SAW sebagai pedoman kehidupan...

Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin...

Pahala Sempurna...


Duduk Bersandar Yang Dimurkai Allah...


Masya Allah dan Subhanallah...


Manfaatkan Waktu...


Biasakan Diri Mengucap INSYA ALLAH...


Makna kata "INSYA ALLAH" adalah Jika Allah Menghendaki... 

Kalimat ini hakikatnya bahwa kita bergantung kepada Allah SWT akan segala hal yang akan terjadi di waktu selanjutnya... 

Karena bisa jadi kita sudah berniat akan sesuatu ternyata Allah SWT tidak meridhoi itu terlaksana...

Manusia hanya bisa berencana tapi Allah SWT lah semata yang Maha Menentukan...

Marilah kita biasakan mengucap INSYA ALLAH...

Rabu, 24 Februari 2016

Kisah Langkah Bilal Bin Rabah Yang Terdengar Di Surga...


Nama Bilal kerap dikaitkan dengan azan. Sebab dia adalah orang pertama yang menjadi muadzin pada zaman Rasulullah SAW. (ada dicerita sebelumnya). Namun, kemuliaan Bilal tak hanya karena azannya, jejak langkah Bilal pernah didengar Rasulullah SAW di dalam surga saat Isra Mi'raj.

Suatu hari, pada waktu subuh, Rasulullah SAW berbincang2 dengan Bilal bin Rabah. Rasulullah SAW berkata, "Wahai Bilal, ceritakanlah kepadaku mengenai amalan yang menurutmu paling besar pahalanya, yang pernah kamu kerjakan dalam Islam. Sesungguhnya, aku pernah mendengar suara telapak kakimu di surga."

Bilal menjawab, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak pernah mengerjakan amalan yang menurutku besar pahalanya, tapi aku tidak wudhu pada waktu malam dan siang melainkan aku akan menunaikan shalat yang diwajibkan bagiku untuk mengerjakannya."

Setiap selesai melaksanakan wudhu, Bilal senantiasa melakukan shalat dua rakaat yaitu shalat sunat wudhu. Perbuatan itu senantiasa dilakukannya dalam setiap kesempatan. Selain itu, ia juga termasuk orang yang senantiasa memelihara wudhunya, yakni setiap batal ia akan langsung berwudhu. 

Ternyata hal itu yang membuat Bilal menjadi istimewa. Berarti Allah SWT meridhai apa yang dilakukan oleh Bilal. Semoga kita bisa senantiasa menjaga wudhu kita selain diwaktu shalat. Aamiin...

Sumber : www.khazanah.republika.co.id

Penampilan Paskibra SMAN 9 Bandar Lampung di MTQ ke-47 Kota Bandar Lampung...Februari 2016...

Paskibra.. kepanjangan Pasukan Pengibar Bendera, yg biasanya menjadi ekstra kurikuler di sekolah. Disini diajarkan latihan kecakapan baris berbaris, kedisiplinan dan tentunya memahami tugas dari pelaksanaan ekskul tsb. Nah, kebetulan anak keduaku, Iqbal menyukai ekskul ini.

Sebenarnya dari saat kelas 10 di SMAN 21 Jakarta, Iqbal sudah mengikuti dan bahkan suka tampil bersama teman2nya membawa nama SMAN 21 di beberapa acara. Dan saat kelas 11 Iqbal pindah ke SMAN 9 Bandar Lampung, tetap mengikuti ekskul ini dan bahkan alhamdulillah bisa menjadi pasukan pembawa bendera. 

Dari semua penampilan Iqbal, mungkin yang paling berkesan adalah saat Paskibra SMAN 9 Bandar Lampung  ditunjuk sebagai petugas pengibar bendera saat acara MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) ke-47 Kota Bandar Lampung tanggal 19-22 Februari 2016, baik acara Pembukaan maupun Penutupan. 

Wah, selaku orangtua, aku dan suami bangga banget bisa menyaksikan Iqbal menjadi petugas inti di acara yang dihadiri oleh Walikota Bandar Lampung, Bapak Herman HN dan disaksikan oleh tamu2 dari instansi2 pemerintahan Kota. Banggaaaa banget... 

Berikut beberapa photo saat Pembukaan MTQ tersebut...

Iqbal no 2 dari depan yang memegang bendera MTQ...




Sampai akhir selesai tugas menaikkan bendera itu, Alhamdulillah tidak ada kesalahan dan benar2 khidmat. Good job Abang Iqbal... smoga kedepannya selalu bisa memberi kebaikan untuk lingkungan dimanapun berada.. Aamiin...

Kisah Bilal bin Rabah, Sang Muadzin Rasulullah SAW...


Nama lengkapnya Bilal bin Rabah Al-Habasyi. Ia berasal dari negeri Habasyah, sekarang Ethiopia. Ia biasa dipanggil Abu Abdillah dan digelari Muadzdzin Ar-Rasul. Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ia berpostur tinggi, kurus, warna kulitnya cokelat, pelipisnya tipis dan rambutnya lebat. 

Ibunya adalah budak milik Umayyah bin Khalaf dari Bani Jumuh. Bilal menjadi budak mrk hingga akhirnya ia mendengar ttg Islam. Lalu ia menemui Rasulullah SAW dan mengikrarkan diri masuk islam. Ia merupakan kalangan sahabat Rasulullah yang berasal dari non-Arab.

Dalam sejarah, dipaparkan bahwa Umayyah bin Khalaf pernah menyiksa dan membiarkannya dijemur di tengah gurun pasir bbrp hari. Diperutnya, diikat sebuah batu besar dan lehernya diikat dengan tali. Lalu, orang-orang kafir menyuruh anak2 mrk untuk menyeretnya di antara perbukitan Makkah. 

Saat berada dalam siksaan itu, tiada yang diminta Bilal kpd penyiksanya kecuali hanya memohon kepada Allah. Berkali2 Umayyah bin Khalaf menyiksa dan memintanya agar meninggalkan Islam namun Bilal tetap teguh pendirian.

Ia selalu mengucap "Ahad-Ahad". Ia menolak mengucap kata kufur (mengingkari Allah). Abu Bakar as Shiddiq lalu memerdekakannya. Setelah merdeka, Bilal mengabdikan diri untuk Allah dan Rasul-Nya. Kemanapun Rasulullah SAW pergi, Bilal senantiasa berada di sampingnya. Karena itu pula para sahabat Nabi sangat menghormati dan memuliakan Bilal.

Azan Pertama
Saat Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, Bilal pun turut serta bersama kaum muslim lainnya. Ketika Masjid Nabawi selesai dibangun, Rasulullah SAW mensyariatkan azan, lalu Beliau menunjuk Bilal untuk mengumandangkan azan krn ia memiliki suara yang merdu. Lalu Bilal mengumandangkan azan sebagai pertanda dilaksanakannya shalat lima waktu. Sejak saat itu, Bilal mendapat julukan Muadzdzin Ar-Rasul dan ia menjadi muazin pertama dalam sejarah Islam. 

Setelah sekian lama tinggal di Madinah, Bilal senantiasa menjadi pengumandang azan. Biasanya setelah azan, Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah SAW seraya berseru. "Hayya 'alashshalaati hayya 'alashsalaati (Mari melaksanakan shalat, mari meraih keuntungan)." Lalu Rasulullah SAW keluar dari rumah dan Bilal melihatnya, ia segera melantunkan iqamat sebagai tanda shalat berjamaah akan segera mulai. 

Ketika menaklukkan Kota Mekkah, Rasulullah SAW berjalan di depan pasukan Muslim bersama Bilal. Saat masuk Ka'bah, beliau hanya ditemani oleh tiga orang sahabat, yaitu Utsman bin Thalhah, Usamah bin Zaid, dan Bilal bin Rabah. 

Tak lama kemudian, waktu shalat Zuhur pun tiba. Ribuan orang berkumpul di sekitar Rasulullah SAW, termasuk orang2 kafir Quraisy yang baru masuk Islam saat itu. Pada saat2 yang sangat bersejarah itu, Rasulullah SAW memanggil Bilal agar naik ke atap Ka'bah dan mengumandangkan azan. 

Tanpa menunggu perintah kedua, Bilal segera beranjak dan melaksanakan perintah tersebut dengan senang hati. Ia pun mengumandangkan azan dengan suaranya yang bersih dan jelas. Orang-orang semakin banyak berkumpul. Azan yang dikumandangkan Bilal itu mrp azan pertama di Mekkah. 

Ribuan pasang mata memandang Bilal dan ribuan lidah mengikuti kalimat azan itu. Sejak saat itu Bilal pun terkenal sebagai muadzin Rasul. Tidak ada orang lain yang menggantikan Bilal dan yang lainpun tidak keberatan Bilal melakukannya. 

Namun, saat Rasulullah SAW wafat dan ketika shalat akan dikerjakan. Bilalu pun segera berdiri melaksanakan kewajibannya. Saat itu jasad Rasulullah SAW masih terbungkus kain kafan dan belum dikebumikan. Maka ketika Bilal sampai pada kalimat "Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)", tiba2 suaranya terhenti. Bilal menangis. Ia tidak sanggup mengangkat suaranya lagi. Bilal merasakan sedih ditinggalkan manusia yang paling dicintainya. Seperti dikomando, tangisan Bilal pun diiringi oleh kaum muslim yang hadir. Mereka semua menangis ditinggal pergi Rasulullah SAW.

Dalam sejarah, disebutkan Bilal hanya sanggup mengumandangkan azan selama tiga hari sejak kepergian Rasulullah SAW. Kemudian Bilal mendatangi Abu Bakar As-Shiddiq yang menggantikan posisi Rasulullah SAW sebagai pemimpin umat Islam, agar ia diperkenankan tidak lagi mengumandangkan azan karena tidak sanggup melakukannya. Permohonan itu pun dikabulkan Abu Bakar. Sejak saat itu Bilal tidak lagi menjadi muazin. 

Kini, sang Muadzin Rasulullah SAW itu telah berpulang sejak 14 abad silam, tepatnya tahun ke-20 Hijriah. Namun namanya masih harum hingga kini. Bahkan disejumlah masjid di Indonesia, mungkin juga di negara lainnya, nama muadzin selalu ditulis "Bilal". Ini menunjukkan penghormatan kepada Sang Muadzin Rasulullah SAW, pengumandang azan pertama di duni. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang mulia disisi-Nya...

Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin...

Sumber : www.khazanah.republika.co.id