.

Pages

Rabu, 02 Agustus 2017

Alhamdulillah.. Abang Iqbal Jadi Mahasiswa ITB 2017...

Abang Iqbal.. anak kedua kami yang 2017 kemarin menginjak kelas 12 di SMAN 9 Bandar Lampung dan menjalani proses kelulusan SMA nya dan bersiap untuk jenjang berikutnya, yaitu perkuliahan...

Sejak awal tahun memang sudah bertambah hectic belajarnya si Abang, karena bersiap untuk Ujian Nasional, juga untuk persiapan kuliah universitas negeri, juga kebetulan si Abang ingin mengikuti test masuk PKN STAN. Jadi karena itu nambah banyaklah jadwal les bimbingan belajarnya si Abang untuk persiapan itu semua.. 

Sejak Februari 2017 juga sudah mencoba konsentrasi untuk memilih fakultas dan universitas untuk pendaftaran kuliah jalur undangan atau SNMPTN. Dengan berbagai pertimbangan dan sesuai keinginan cita-cita Abang maka dipilih lah Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian di ITB Ganesha Bandung. 

Dan saat bulan April 2017 pun Abang sudah lengkap mendaftar untuk Test Masuk PKN STAN dan alhamdulillah proses pertama penyaringan dokumen awal lolos dan bisa mengikuti Tes Masuk PKN STAN Ujian Tahap I pada tanggal 23 April 2017 meliputi TPA (Tes Potensi Akademik) dan Tes Bahasa Inggris. 

Daftar SNMPTN sudah, Daftar dan Tes Tahap 1 PKN STAN pun sudah, tinggal deg-deg an menunggu info hasil SNMPTN yang akan di release tanggal 26 April 2017 dan Pengumuman Kelulusan Tes Tahap 1 PKN STAN adalah tanggal 4 Mei 2017. Untuk PKN STAN memang ada tes masuk yang berlapis2 karena menyaring dari seluruh peserta di semua propinsi. Tes Tahap 1 saja pesertanya menurut dari laman resmi PKN STAN adalah total 134.814 peserta dari 27 Propinsi. Memang tes awal diadakan di masing-masing propinsi sesuai dengan alamat KTP pesertanya, jadi memudahkan untuk pelaksanaan. 

Dan Alhamdulillah... Hasil penilaian selama raport dari semester 1 hingga semester 5 SMA nya, hasil belajar keras dan doa-doa nya Abang Iqbal di ijabah Allah SWT.. Tanggal 26 April 2017 saat Pengumuman SNMPTN 2017 dikeluarkan, Abang Iqbal dinyatakan lulus diterima di ITB... Alhamdulillah.. Satu langkah baik untuk kedepan, tak terkira bahagianya Aku, Papinya, Ses Tasyanya dan Adik Raflinya menyambut kabar baik ini...


Dan lanjutannya, kabar bahagia nya adalah tanggal 04 Mei 2017 PKN STAN mengumumkan si Abang lolos Tes Tahap 1 kemarin dan masuk peserta untuk Tes Tahap Kedua yaitu Tes Kesehatan dan Kebugaran... Alhamdulillah lagi...


Nah untuk Tes Tahap 2 PKN STAN memang sudah mengerucut tempat lokasinya, tidak di tiap propinsi lagi melainkan sudah ada zona terdekat. Kebetulan untuk Lampung, masuknya ke Zona Palembang, jadi akan diadakan Tes Tahap 2 PKN STAN yaitu kesehatan dan kebugaran nya si Abang Iqbal di kota Palembang.. Dan jadwal untuk tes tersebut adalah 10 Mei 2017. Dan aku selaku seorang ibu yang memang semua urusan sekolah anak-anak selalu stright control jadi harus tetap mendampingi. Tes pun diadakan satu hari saja, jadi aku dan Abang berangkat malam dari Jakarta dan tiba di Palembang pun malam itu juga. Kebetulan aku punya Tante yang domisili di Palembang, jadi kami diwajibkan olehnya menginap di rumah nya.. hehe.. 

Tes kedua pun dimulai dari pagi. Subuh kami sengaja sudah bersiap di Stadion Jakabaring Palembang, karena meliputi cek kesehatan seluruh tubuh dan juga tes kebugaran melalui lari keliling lapangan. Dan Abang dapat giliran jam 11 yang panasnya sudah cetar hehe.. Tapi alhamdulillah dalam waktu menit yang ditentukan , Abang bisa menyelesaikan 4,5 kali putaran stadion tersebut. 

Tes Tahap2 kesehatan dan kebugaran sudah selesai dilalui Abang dengan baik, tinggal menunggu hasil pengumuman lagi dari PKN STAN di tanggal 24 Mei 2017 nantinya.

Karena menjalani 2 bagian untuk kuliah, satu utk PKN STAN dan satunya lagi jalur SNMPTN yang sudah keterima, maka 16 Mei 2017 waktunya daftar ulang untuk jalur SNMPTN yaitu ITB. Karena berbarengan dengan tes SBMPTN dan kampus ITB yang di Ganesha Bandung dipakai untuk lokasi tes, maka daftar ulang SNMPTN dilakukan di ITB Jatinangor. Lagi-lagi aku pun mendampingi Abang Iqbal untuk urusan ini, apalagi beberapa dokumen asli seperti raport SMA dan Surat Kelulusan wajib diserahkan ke ITB. Setelah menunggu seharian dari pagi alhamdulillah sore pun selesai dan kami berdua bisa langsung kembali lagi ke Jakarta. Satu tahapan lagi selesai Abang Iqbal lakukan.


Dan... Alhamdulillah lagi... Tanggal 24 Mei 2017 Abang Iqbal dinyatakan lolos tes Tahap 2 PKN STAN kemarin dan maju lagi ke Tahap 3.. Wah makin mendebarkan, kaena separo jalan tes PKN STAN sudah dilalui. Dan aku dengan suami pun mengarahkan Abang Iqbal untuk mengikuti proses PKN STAN sampai akhirnya dulu, sambil berdoa nanti mana yang akan endingnya dipiliha oleh si Abang sebagai jodoh kuliah nya...


Tanggal 8 Juni 2017 aku pun mengantarkan lagi Abang Iqbal ke Palembang untuk tes Tahap 3 PKN STAN yaitu Tes Kompetensi Dasar yang diadakan di Diklat Keuangan Palembang. Memang untuk tes terakhir ini sudah jauh mengerucut pesertanya. Dan yang lebih mendebarkan lagi, tes terakhir ini langsung diumumkan saat selesai tes karena memakai sistem komputerisasi online. Tetapi bila lolos pun masih menunggu perangkingan nasional seluruh peserta karena menyangkut kuota akhir penerimaan. Well done.. Abang pun menjalani dengan baik dan lolos di tes tersebut. Tinggal mendebarkan untuk menunggu pengumuman finalnya nanti..


Dan lagi-lagi Alhamdulillah, Final Pengumuman PKN STAN keluar tanggal 15 Juni 2017 dan Abang Iqbal diterima di D3 Akuntansi... 


Selamat Sholehku, jalur SNMPTN keterima di ITB Fakultas FITB dan PKN STAN setelah menjalani sampai Tes Tahap 3 pun keterima di D3 Akuntansi... Tinggal Abang Iqbal istiharoh saja mana yang mau dipilihnya, kami orang tua sudah memberikan pandangan masing2 antara ITB dan STAN tinggal Abang yang akan menjalaninya lah yang menentukan pilihannya. Memang kebetulan Ses Tasya, sudah duluan menjalani kuliah di PKN STAN tahun 2013 lalu di D3 Akuntansi juga, jadi setidaknya kami sudah paham perkuliahan di sana dan saat ini pun Ses sudah bekerja di Kementerian Keuangan Dirjen Anggaran. STAN memang insya Allah akan langsung diterima sebagai PNS Kemenkeu, kalau perkuliahan sudah pasti STAN dan ITB sama-sama harus berjuang keras menjalani. Tinggal keputusan di Abang Iqbal mana yang akan dipilihnya. 

Finally... Abang Iqbal memutuskan untuk ke ITB dengan pertimbangan, Pertama.. Ia punya mimpi cita-cita bekerja di perusahan minyak dunia atau perusahaan tambang dunia, yang mana di Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian bisa untuk jalur kerja nantinya ke perusahan minyak ataupun perusahaan tambang lainnya. Kedua.. menurut Abang Iqbal ia akan memilih jalur kuliah yang beda dari kakak sulungnya Ses Tasya yang sudah mengenyam pendidikan di STAN. 

Dan dari keputusan Abang Iqbal yang sulit diantara dua pilihan itu, aku dan Papinya hanya bisa mendoakan saja semoga ini keputusan Abang Iqbal sebagai jodoh rezeki perkuliahannya dari Allah SWT.. 

Dan, 30 Juli 2017 hari pertama Abang melangkahkan kaki dari Bandar Lampung untuk memulai kehidupan di Bandung sebagai anak kuliahan. Papi dan Adek sempat mengantarkan sampai Bandara..



Sesuai keputusan Abang, maka PKN STAN tidak diikuti proses daftar ulang. Dan 02 Agustus 2017 alhamdulillah daftar ulang akhir  ITB selesai.. Udah sah jadi mahasiswa ITB..

Kamar Kos Abang di Bandung...


Abang dan jaket almamaternya ITB...

Ses Tasya yang mensupport Adiknya...

Kami berdua.. orang tua yang ikut berbangga bisa mengantarkan
Abang Iqbal ke sini, 4 tahun lalu kami berdua mengantarkan Ses Tasya 
ke STAN, smoga kami berdua bisa sehat selalu melihat mereka berjuang untuk masa depan, doa kami berdua Insya Allah mengiringi mereka...

Finally.. Bisa berlima photo disini.. Tanggal 21 Agustus 2017 kami berempat sengaja kumpul ke Bandung, tanda kami berempat support buat Abang Iqbal memulai kehidupan barunya sbg mahasiswa.. Family means nobody gets left behind or forgotten.. 


Dikirim photo ini sama yg lagi ospek...Abang Iqbal Ramadhan.. Alhamdulillah.. Papi Mami Ses Adek proud of you Nak.. 


Sekali lagi... Selamat kuliah Anak ITB ku.. Selamat memulai hidup baru menjadi anak kos, tinggal sendiri jauh dari orang tua dan saudara kandung, smoga jadi bagian cerita hidupmu yg baik utk dikenang... Aamiin yaa rabbal 'aalamiin...

Jumat, 28 Juli 2017

Alhamdulillah.. Usia 41 diberikan Allah SWT.. 28 Juli 2017...

Maha Suci Allah SWT yang masih memberikanku kesempatan merasakan nikmatnya menghirup segarnya udara dunia, yang masih memberikan kesempatan kepada diriku untuk bertaubat memperbaiki diri, yang masih memberikanku nikmat sehat, iman dan islam yang kuharap selalu diberikan-Nya hingga habis masa kontrakku di dunia. 


Di hari bahagia ini, alhamdulillah banyak ucapan dari teman2 terdekat yang masih mengingat hari kelahiranku, juga ucapan di sosial media, dan yang paling berkesan tentunya ucapan dari orang tercintaku, Papi Ses Abang dan Adek...


Ini spesial ucapan dari Papi...

Ini ucapan Ses Tasya & Abang Iqbal...

Ini ucapan Adek Rafli...

Semoga di sisa waktuku, Allah memberikanku keberkahan hidup dunia akhirat, diampuni seluruh dosa-dosaku, bisa menjadi wanita sholehah buat suami dan ketiga anakku, dan bisa bermanfaat untuk orang-orang disekitarku.. Aamiin yaa robbal 'aalamiin...

Minggu, 16 Juli 2017

Wedding Partynya Keponakanku Meta.. 15 Juli 2017...

15 Juli 2017 lalu, kakanda tertua suamiku menikahkan anak perempuan pertamanya, Meta Rosa. Keponakanku ini yang seorang pramugari mendapatkan jodoh seorang pilot dari maskapai penerbangan yang sama. Karena ini acara bahagia, otomatis di keluarga suamiku pun euforia menyambutnya. 

Akad nikahnya diadakan di kediamana kakanda suamiku di siang harinya, sedangkan acara resepsinya dilanjutkan dimalam harinya di Gedung Bagas Raya Lampung. Kebetulan, Ses Tasya sejak 10 Juli harus mengikuti prajabatan PNS nya jadi gak bisa hadir di acara sepupunya itu. Beginilah keseruan dua acara dalam satu hari tersebut...

Aku, Papi dan Pengantin yg baru akad nikah...

Dengan keluarga suamiku...

Aku & Ayundanya Papi...

Di Acara Resepsi...

Keceriaan aku dan saudara suamiku...

Aku dan ayuk ipar dan adik iparku...

Aku dan keponakan2ku...

Abang, Adek dan sepupu-sepupu...

Happy wedding buat Ananda Meta dan suami, smoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin...

Jumat, 30 Juni 2017

2013 Mengantar Ses Tasya ke STAN, 2017 Mengantar Abang Iqbal ke ITB... Proud Parent...

Alhamdulillah dikasih umur untuk bisa mengantar orang-orang tercinta ini menuntut ilmu hingga ke jenjang perkuliahan. Ada kebahagiaan tersendiri bagiku untuk bisa poto di icon spot kampus ngetop di negeri ini, karena anak-anakku mengenyam ilmu disana.

Tahun 2013, Ses Tasya masuk STAN dengan perjuangan tes beberapa tahap dan ditengah banyaknya pelamar seluruh Indonesia, dan saat itupun sebenarnya Ses udah diterima bahkan sudah mulai kuliah 2 minggu di fakultas kedokteran Univ Lampung, dan karena pengumuman akhir STAN memang saat itu agak lama, finally Ses meninggalkan kedokteran dan menuju kampus STAN untuk menggapai cita-cita masa depannya.

Dan di 2017, Abang Iqbal akhirnya resmi menjadi mahasiswa baru di ITB Bandung melalui jalur SNMPTN yang dengan perjuangan berat juga bersaing bareng siswa di penjuru negeri utk masuk ke kampus teknik ngetop itu.


Bangga Papi Mami pada kalian berdua Nak.  Ses Tasya dan Abang Iqbal selaku anak pertama dan kedua sudah memberi contoh positif untuk adik bungsu kalian, Adek Rafli. Semoga Papi Mami masih dikasih usia untuk mengantarkan Adek kuliah pada saatnya nanti.

Semoga ilmu kalian selalu berkah untuk dunia akhirat ya Nak. Insya Allah doa kami selalu menyertai kalian.. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin..

Rabu, 28 Juni 2017

Silaturahim Idul Fitri 1438H... 26 - 28 Juni 2017...

Lebaran adalah moment penting untuk bisa silaturahim ketemu dengan sanak saudara yang mungkin susah untuk dilain waktu karena kesibukan masing-masing. Saat Lebaran, saatnya untuk bercanda tawa, berbagi kegembiraan lewat cerita seru, lewat makanan khas lebaran, lewat kunjung mengunjungi...

Lebaran kali ini, di 1438 H di tahun 2017, alhamdulillah aku bersama keluarga kecilku bisa bersilaturahim dengan sanak saudara... Begini keseruannya...

Di rumah Pamanku bersama Uwak, Tante, Sepupu...

Uwak, Tante, Sepupu, Keponakan...

Uwak, Tante, Sepupu, Keponakan...

Di Rumah Uwak bareng sepupu dan keponakan...

  Ses bareng Tante dan Sepupunya...

Di rumah Kakek yang bersejarah...

Di rumah Paman bareng sepupu dan keponakanku...

Aku dan Sepupu...

Aku, Uwak dan Sepupu...

Aku, Uwak dan Sepupu...

Lebaran, semoga saling maaf memaafkan dengan ikhlas atas segala kesalahan yang mungkin pernah ada. Walau ada bagian keluarga lain yang cukup  dekat yang memang ntah mengapa sulit untuk dijalin silaturahimnya, sudahlah biarkan begitu adanya, alhamdulillah masih banyak saudara lain yang bisa untuk berbagi sukacita di lebaran kali ini...

Minggu, 25 Juni 2017

Bukber Berlima di Penghujung Ramadhan... 24 Juni 2017...

Sejak berpisah propinsi antara kami berlima, memang susah buat berkumpul lengkap. Saat ini memang Papi, Abang, Adek di Lampung. Aku dan Ses di Jakarta. Tapi sehabis lebaran nanti bakalan Abang ke Bandung memulai jadi anak kos kuliahan..hehe..  Ini adalah moment bersama kami berlima di buka bersama akhir Ramadhan di tahun 2017. Sengaja makan diluar biar ganti suasana rumah..

Abang - Ses - Adek...

Aku dan Papi...

Ada hal yang gak ternilai saat bersama dengan orang-orang tercinta kita, karena disana ada bersuka cita bareng mereka... Hargai waktu saat bisa bersama mereka...

Rabu, 14 Juni 2017

Bukber Dgn Rekan Kerja di FX Sudirman... 14 Juni 2017...

Rekan kerja di Lexcorp Indonesia memang banyak departemennya, tapi untuk tahun ini memang gak ada buka puasa bareng sekantor seperti biasanya karena kebetulan Big Boss lagi gak di Indonesia... Dan akhirnya tim finance ku dan juga si ibu manager HRD acara makan bareng ke mall deket kantor FX Sudirman. Dan kali ini salah satu restoran Jepang jadi pilihan bersama..




Enaknya quality time dengan rekan kerja, apalagi kalo bukan ngomongin tentang kerjaan, juga bukan ngegosipin seseorang di kantor.. itu jadi indah banget deh.. hehe... Jadi cuma cerita tentang seru-seruan diri masing2 dengan keluarga ataupun dengan pacar, atau cerita seru lainnya tanpa harus ngegosip.. i like it...

Dan saat moment pulang, namanya juga cewek ya pasti identik dengan poto-poto, natural bangetlah.. Sambil nunggu jemputan masing-masing (Abang Ojek maksudnya..hehe..) ya sambil jepret sana jepret sini lah apalagi viewnya agak bagus krn dipinggir jalan Sudirman..




Seberapa besar kita menghargai rezeki waktu yang dikasih Allah SWT ? Mari mensyukuri karena saat kita menikmati waktu dengan baik, insya Allah menandakan kita bersyukur atas karunia Sang Pencipta. Membahagiakan orang lain itu kebaikan dan juga ibadah, tapi jangan lupa untuk membahagiakan diri sendiri juga....

Jumat, 19 Mei 2017

QS Al Baqarah : 286 ...


Allah SWT tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya 
QS Al Baqarah : 286

Kamis, 18 Mei 2017

Arti Kehidupan...


Hidup akan lebih berarti..
jika yang kita lihat hanya yang perlu dilihat...
jika yang kita dengar hanya apa yg harus didengar saja..
jika yang dibicarakan hanya yang perlu dilontarkan saja...
dan jika yang ingin dicari tahu hanya apa yang perlu diketahui saja...

Hidup yang sekarang tidaklah mudah untuk dijalani..
karena itu teruslah bermotivasi...
tetaplah bersyukur...
karena apa yang kita dapat sekarang
tidak semua orang bisa merasakannya..

LIFE IS BEAUTIFUL...

Kamis, 11 Mei 2017

Sambil Menyelam Minum Air... Jalan-jalan di Palembang saat Abang Iqbal Tes PKN STAN 10 Mei 2017...

Palembang... ya ibukotanya Sumatera Selatan, tetanggaan sama propinsi Lampung tempat tinggal kami, walo tetanggaan tapi butuh waktu yang gak disengaja rupanya baru bisa melihat wisata di kota ini, hehe...

Karena nemenin putraku, Abang Iqbal, Tes Kesehatan Kebugaran PKN STAN (Tahap 2) tanggal 10 Mei 2017 lalu di Palembang, dan kebetulan dikasih waktu senggang setengah harian dari selesai tes kesehatannya, maka kami berkesempatan jalan-jalan di Palembang.

Kebetulan ada Tanteku yang kupanggil, Makwan, tinggal disana, kami sempat bermalam dirumahnya dan siang setelah selesai tes si Abang kami diajak makan pindang yang maknyus banget, Pindang Baung Sophia.. Ini pindangnya memang segerrrr banget dengan lalapan dan sambalnya, yg pasti wadah nasi sampe ludes..hehe...

Pindang di Palembang memang enak bangetsss...


Aku dan Makwan...


Setelah pamit dari Makwan disiang hari, kami masih punya waktu beberapa jam sebelum jadwal flight ke Jakarta, maka disempatkan mengunjungi ke Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak. Namun karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat untuk masuk ke dalam benteng yang merupakan bangunan keraton pusat Kesultanan Palembang pada abad ke-18. Tapi gak mengurangi kekaguman walau hanya bisa melihat dari luanya dulu. Insya Allah siapa tau lain waktu dikasih rezeki waktu untuk explore ke dalamnya...






Setelah dari sana, kami mencoba ke tempat yang agak jauh, yaitu Museum Al Quran Raksasa yang terletak di daerah Gandus, yang dari tengah kota sekitar 40 menitan kesana. Tiket masuknya pun hanya Rp.5.000 per orang saja. Obyek wisata religi ini memiliki ketakjupan tersendiri saat melihat ayat-ayat Al Quran di pahat di atas kayu tembesu berukuran 177cm x 140cm dengan ketebalan 2,5cm. Ini merupakan ukiran kayu Al Quran terbesar di dunia. Proses pembuatan semua ukiran tersebut memakan waktu 7 tahun lamanya. 

Awalnya hasil ukiran Al Quran tersebut dipajang selama 3 tahun dahulu di Masjid Agung Palembang dengan maksud agar dapat dikoreksi dari seluruh umat yang melihatnya. Barulah akhir tahun 2011, ukiran Al Quran itu dinilai siap untuk dipublikasikan. Pembuat ukiran tersebut adalah Kiagus Syofwatillah Mohzaib. 

Jadi didalam museum ini terdapat 30 juz ayat yang dipahat dengan ukiran khas Palembang. Karya raksasa ini membutuhkan 40 kubik kayu tembesi yang merupakan kayu  khas asli Palembang yang bisa disebut juga kayu trembesi. Alhamdulillah dikasih rezeki waktu bisa melihat obyek wisata religi ini..






Setelah sekitar 1 jam di dalam Museum Al Quran tersebut, barulah kami beranjak menuju bandara, namun gak pas kalo ke Palembang tanpa nyicip makanan khas sesuai namanya, Kota Pempek.. Akhirnya sejalan ke bandara, kami mampir dulu ke Pempek Nony. Dan ya memang cuka pempek yang dicoba di kota aslinya memang lebih endesss... hehe...


Wokelah, alhamdulillah di sela waktu beberapa jam itu kami berdua sudah bisa menambah kenangan tentang wisata di Palembang dan benar-benar berkesan. Juga gak ketinggalan wisata kulinernya yang memang kami familiar karena suamiku memang orang Palembang... 

Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II...

Semoga diberi rezeki waktu di lain hari untuk melihat lagi keindahan kota Palembang, yang merupakan kota tertua di Indonesia berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit. Sampai jumpa lagi Kota Pempek...