.

Pages

Selasa, 08 Juni 2010

Holiday to Singapore -- New Year 2010 (Bagian 1)

Ini harusnya postingan awal tahun 2010 kemaren. Tapi..tanpa mengurangi nilai memorynya, kurasa gak masalah deh tuk ditulis saat ini.

Ditengah kepenatan krn aktivitas sehari2 shg butuh waktu relaksasi, ditambah kebetulan sedang hari liburan anak2 dan raport semuanya juga membanggakan (aminn..), dan yg terpenting juga Allah SWT memberi rezeki lebih tuk kami (aminnn..) .....semuanya itu menghantarkan kami sekeluarga tuk kembali ke negeri singa itu. Perjalanan itu bersamaan dgn tahun baru masehi 2010.










Berangkat dari Lampung ke Jakarta lalu ke Changi Airport...sebenarnya melelahkan, tetapi karena tujuannya tuk relaksasi dan terlebih lagi yg terpenting adalah momen kebersamaan dengan suami dan anak2, tentunya bagiku adalah hal yg amat sangat penting dan menyenangkan. Bisa bercanda lebih dari 24 jam, semua itu mungkin hal yg agak susah saat ini krn waktu sekolah, jam kerja semua kami jalani sbg rutinitas.

Sesampainya disana...setelah melepas lelah sebentar, kami langsung menuju Merlion Park, yg pastinya disana special untuk menjepret kamera dgn latar belakang patung kepala singa berbadan ikan atau juga gedung esplanade (big durian krn gedungnya mirip dengan duri2 durian). Saat itu cuaca sedang hujang rintik2, tapi tak menyurutkan minat kami tuk moment itu.















Selepas dari tempat itu....yach sudah pasti mencari sesuatu utk dibeli. Tempat yg dituju saat itu adalah China Town, Bugis Junction, Mustafa.....dannnnn...tak ketinggalan pastinya hobby hubby tuk cari alat pancing.....hmmm....kemana aja tempat pasti gak ketinggalah tuk hunting yang satu itu.....that's oke honey....

Pernak pernik yg bercirikan negeri singa sudah pasti gak ketinggalan, disamping memang harganya murah2, juga bisa utk oleh2 tuk kerabat.










Jalan2, keliling2...sudah lumrah di negeri singa itu...tapi untuk muslim memang untuk mencari kedai makanan yg halal memang harus tau di daerah mana utk memudahkan itu. Dan selama ini selalu yg termudah di Lucky Plaza orchard, krn di situ ada food court makanan padang.

Tapi, pada trip kali ini, pengalaman pertama kami mengunjungi bbrp tempat hiburan, Sentosa Island dan Singapore Zoo. Karena ini kali pertama, mungkin aku mau berbagi cerita tentang Sentosa Island dan Singapore Zoo. Insya Allah bisa bermanfaat bagi yang ingin/berencana ke sana.

A. Sentosa Island

Sentosa Island berada di pulau terpisah dari pulau utama singapura. Pulau ini dekat sekali dengan pulau Batam.
Disini mirip dengan Ancol, Jakarta. Ada banyak sekali hiburan atraksi, dan juga pantai. Sehingga bila ingin berkunjung ke sini, mungkin harus menyiapkan satu hari penuh disini.
Cara ke Sentosa Island, adalah bisa dengan taxi, bis ataupun MRT dengan tujuan Harbour Front. Dari situ bisa naik bis, kereta atau kereta gantung melalui Vivocity.

Tentunya tiket bisa kita beli di Harbour Front, dengan bisa memilih tiket terusan ataupun tiket per wahana. Disini ada beberapa wahana menarik yg bisa dipilih, misalnya di Imbiah Lookout, Siloso Beach. Salah satunya waktu itu kami ke Siloso Beach, dengan memakai kereta gratis bisa sampai di sana. Pantainya bersih, dan sering dipakai untuk acara wedding di pinggir pantai, juga untuk perhelatan musik, juga tentunya seperti volly pantai.










Dekat Siloso beach, ada Underwater world. Wahana ini memang mirip seperti di Dufan Ancol.
Underwater World ini tidak jauh berbeda hanya yang ini lebih kecil dan koleksi ikannya masih kalah banyak dengan Seaworld di Jakarta.
Aquarium raksasa ini menampung lebih dari 2.500 ikan dari 250 spesies yang berbeda. Mulailah tour Anda dari kolam yang dinamakan “the Touch Pool” di mana Anda bisa menyentuh langsung ikan-ikan seperti bintang laut, ikan pari dan jika Anda berani, ada juga baby sharks (anak ikan hiu). Lalu lanjutkan tour Anda lebih dalam lagi, dengan berdiri di travellator Anda bisa menyusuri terowongan yang panjangnya 83 meter dan Anda bisa melihat ikan-ikan di sekeliling Anda.









Selain itu, yang menarik adalah Sentosa Luge & Skyride. Peminat ketegangan dan pecandu adrenalin pasti amat menyukai ini. Perpaduan antara Gokar dan toboggan (semacam kereta luncur beroda 3 tanpa motor). Wahhh....bener2 amazing. Bagiku, ini kali pertama aku berani utk mencoba hal yg memicu adrenalin. Hehe...semua pada ketawa lihat tingkahku saat naik ke kereta gantung yang amat sangat tinggi..hmmm.....gemetarrrrrrr, sampai2 gak berani melihat ke arah bawah, hehe...tangan keringat dingin, muka pucat...hehe...pokoknya lucuuuuu....tapi saat naik toboggannya...nah itu seru,










Selain itu, disini ada juga ada replika patung merlion sbg symbolnya negeri singa itu. Bentuknya mirip dgn yg di patung asli merlion park di pinggir sungai singapura, tetapi yg di sentosa island ini ukurannya lebih tinggi. Dan yang di sentosa, kita bisa masuk ke dalamnya krn ada fiksi animasi ttg asal usul merlion.













Selain itu ada Tyger Sky Tower, yaitu menara pemandangan tertinggi di Singapura yg bisa melihat pemandangan panoramik yg indah dan menyenangkan. Juga di Images of Singapore, bisa untuk mengetahui titik awal sejarah Singapura - di mana berbagai budaya, nilai-nilai moral, aksi petualangan, ketabahan fisik dan hati nurani dan harga diri, bersatu memberi satu perpaduan unik yang tidak pernah terlihat di seluruh tempat lain di Singapura.















Sebenarnya masih banyak tempat wahana lain di Sentosa Island yang belum sempat kami kunjungi, tapi mudah2an dari sedikit informasi ini bisa menambah pengetahuan tentang Sentosa Island.

Dan.....perjalanan selanjutnya ke Singapore Zoo....akan diceritakan di Bagian 2 yach....(berhubung notulennya kecapean nih nulisnya...hehee....) See you...











Kamis, 03 Juni 2010

Big Family of PT Tekniko Indonesia

Mungkin satu kalimat yg bisa kuucapkan sbg pembuka. "Selama 10 thn aku bergabung di PT Tekniko Indonesia...sudah terbeda 360 derajat keadaan saat ini dibanding dulu." Semua perubahan itu jelaslah perubahan baik, yakni kinerja perusahaan dan yang pasti juga semua anggota2nya saat ini. Kalau tentang kinerja perusahaan...gak perlu deh di tulis disini, krn semua orang juga punya kinerja di perusahaan masing2 dan kalo cerita ttg kerjaan....yachhhh gak perlu disini deh tapi di.............Ruang Meeting.....hehe...











Secara alamiah kami selalu bekerja dalam target dan kualitas yang harus sesuai dgn order (yg so pasti selalu membuat stress...) Hehe....walau pun kadang stress dengan order dan pembawaan Sang Presiden Direktur..tapi.......dibalik semua itu pasti ada keuntungan untuk diri masing2 yaitu pembenahan kinerja diri ke arah yang lebih baik.











Terlepas dari semua itu, terkadang diperlukan waktu tuk refreshing di luar urusan kerja, dengan saling canda saat jam istirahat...(tapi harus bubar saat tet jam satu, krn akan ada yang teriak "ssssttttt...." qiqiqi....). Tapi diluar jam itu, kebiasaan refreshing adalah tuk makan2 dan mengeluarkan suara yang tertahan tuk menjerit (wkkk....kata lain dari karaokean..hehe..).












Semua kandidat punya keunikan masing2...ada yang suaranya bagus, ada yang jogednya asyik, ada yang gak mau nyanyi kalo bukan lagu dangdut (hehe..jangan marah ya...)..ada yg rebutan mick....yachhhh semuanya membuat lupa akan kepenatan kerja. Lumayan tuk menyegarkan otak dan menghindari kejang otot krn duduk terus...












Kebersamaan itu akan membuat kami saling dekat dalam hal pribadi di luar jam kerja, tapi tetap harus profesional saat jam kerja. Canda, tawa..semua membuat kami merasa satu keluarga..... Big family of PT Tekniko Indonesia.

Semoga Allah SWT merahmati persaudaraan ini........Amiiin......







Selasa, 30 Maret 2010

Subhanallah...Ada Sungai di Dalam Laut...

Maha Suci Allah yang Maha menciptakan sungai dalam laut...

"Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa Al-Qur'an ini suatu kebeneran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkauitu menyaksikan segala sesuatu. " (QS Fushshilat : 53)


"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan), yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S Al Furqan : 53)

Jika anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV "Discovery" pasti tahu dengan Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografi dan ahli selam terkemuka dari Prancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur dengan air laut yang asin disekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.


Fenomena ganjil itu memeningkan Mr.Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinasi atau khayalan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil itu.

Sampai suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakannya, dan profesor itu teringat pada ayat Al Qur'an tentang bertemunya dua lautan (Surat Ar-Rahman : 19-20) yang sering diidentikan dengan Terusan Suez. Ayat itu berarti "Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus." Kemudian dibacakan pula Surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, dima na terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhuma lu'lu'u wal marjaan" artinya "Keluar dari keduanya mutiara dan marjan". Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr.Costeau mendengar ayat2 Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ketujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di dalam samudera. Benar2 suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur'an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar.

Shadaqallahu Al ' Azhim. Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air. Bila seorang bertanya, Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali ? Rasulullah menjawab "Selalu ingatlah mati dan membaca Al Qur'an."
Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah "sungai" di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.
Setelah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai,,,luar biasa bukan " Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.

*** Disadur dari : http://ivandrio.wordpress.com/2010/03/07/subhanallah-ada-sungai-dalam-laut/#comment-312





Senin, 22 Maret 2010

Holiday ke Cirebon...

Akhir bulan Desember 2009 kemaren, aku kebetulan ada final tugas kantor ke Cirebon. Krn momentnya mendekati akhir tahun, anak2 juga lagi pada libur, dan suamiku juga bisa cuti, jadi kami sekeluarga memutuskan tuk jalan2 ke Kota Cirebon. Sebenarnya ini kali kedua kami sekeluarga kesini, tapi waktu pertama kali gak sempet jalan2.


Dimulai perjalanan dari Lampung, naik kereta ke Cirebon...bagiku perjalanan menyenangkan krn menjadi moment liburan keluarga. Anak2ku juga tak kalah senangnya, terutama Rafli, krn moment naik kereta baru pertama baginya. Sampe2 dalam perjalanan kereta sekitar 4 jam tidak sekejap pun Rafli tidur, krn dia menikmati banget pemandangan2 sepanjang perjalanan.

Semua pandangan keluar gak lepas dari komentar dan pertanyaan2 Rafli. Kadang liat sawah, dia akan bilang "Adek pengen ke sawah Mi..." Atau lagi liat ada sungai2 kecil gitu, dia akan bilang "Adek mau mandi disitu Mi..." hehe..lucu deh liat tingkah lakunya.


Beranjak siang kami sampai di Cirebon. Alhamdulillah langsung istirahat dulu di hotel. Di hari kedua, setelah tugas kantor selesai, kami mengunjungi Makam Sunan Gunung Jati. Makam ini menjadi salah satu obyek wisata ziarah yang kerap dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.









Makam Sunan Gunung Jati ini berada sekitar 6km ke arah utara dari kota Cirebon. Di tempat ini terdapat ratusan makam keturunan Sunan Gunung Jati. Letak makam sang Sunan berada di atas bukit yang untuk mencapainya kita harus menaiki anak tangga. Tetapi tidak sembarang orang yang diperbolehkan masuk ke makam sang Sunan, hanya bisa di depan pintu gerbangnya saja.


Yang unik dari makam ini, adalah tempelan2 keramik porselen china di tembok2 sekitar makam. Menurut cerita penjaga makam, keramik2 itu untuk menghormati salah satu istri Sunan Gunung Jati yang berasal dari China. Dan usia keramik2 itu sudah ratusan tahun. Melihat keunikan tersebut, wajarlah jika wisatawan yang datang tidak hanya sekedar untuk mengirim doa, tapi juga untuk menikmati keindahan porselen itu.

Selanjutnya kami mengunjungi Keraton Kesepuhan. Sebenarnya ada 4 keraton di Cirebon, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabon. Tetapi, dari keempatnya, Keraton Kasepuhan yang dibangun tahun 1529 lah yang paling terawa. Tembok keraton yang mengelilinginya terbuat dari bata merah khas arsitektur jawa yang dihiasi keramik porselen China.











Tiket masuknya hanya Rp. 3.000 dan dibuka setiap hari. Saat berkunjung kesini, kita akan ditemani guide berpakaian beskap dan blankon. Mirip abdi dalem di keraton Yogyakarta. Sang guide ini akan menjelaskan secara detail tiap sudut keraton.










Dikeraton Kasepuhan ini ada kereta yg dikeramatkan, yaitu kereta Singa Barong. Dulu, kereta ini ditarik sepasang kebo bule. Di sisi tempat penyimpanan kereta ini ada ruang koleksi, tetapi sayang isi koleksi berupa gamelan, alat2 perang, keris, tombak sampai baju besi rampasan Portugis tidak terawat. Tetapi Alhamdulillah kita masih bisa melihat nilai2 sejarah dari semua di keraton itu.

Di hari berikutnya, kami mengunjungi wisata air terjun di kaki Gunung Ciremai. Perjalanan kesana sekitar 1 jam dari Cirebon yakni di wilayah Kuningan. Sepanjang perjalanan tampak pemandangan pegunungan yang sejuk dikelilingi tanaman2 segar.









Air terjun nya pun, sangat indah. Airnya masih belum terkontaminasi dengan polusi sehingga masih benar2 nuansa alami pedesaan. Memang tidak terlalu tinggi air terjunnya, tetapi keeksotisan pemandangannya membuat kita bener2 tersadar akan kebesaran Allah SWT (hehe....kok kayak acara wisata religi yach...).


Setelah dari situ, kami mengunjungi suatu tempat yang bernama Kolam Pemandian Cibulan. Di kolam pemandian itu, selain kita bisa berenang juga dapat melihat ikan2 yang diyakini oleh masyarakat disitu sebagai ikan keramat.










Ikan-ikan tersebut berwarna abu-abu kehitaman, atau yang lebih dikenal ikan Kancra Bodas (Ikan Dewa). Konon menurut cerita masyarakat Desa Manis Kidul Kuningan, ikan tersebut merupakan ikan yang dahulunya adalah para prajurit-prajurit yang membangkang pada masa Kerajaan Padjajaran. Kemudian dikutuk oleh Prabu Siliwangi menjadi ikan. Sampai sekarang ikan tersebut dipercayai oleh masyarakat Desa Manis Kidul sebagai ikan keramat yang mempunyai keistimewaan tertentu.
Namun terlepas dari benar atau tidaknya legenda tersebut khususnya bagi masyarakat Kuningan, sampai saat ini tidak ada yang berani mengambilnya. Ada kepercayaan bahwa barang siapa yang berani mengambil dan mengganggu ikan-ikan tersebut akan mendapatkan kemalangan. Wallahu alam.


Dari tempat Cibulan, kami melihat ke tempat Perjanjian Linggarjati. Namun, krn hari sudah sore menjelang magrib, yach..tempatnya sudah ditutup utk umum. Yang paling kecewa adalah Gadisku Tasya. Krn dia selama ini taunya lewat pelajaran sejarah aja tentang Linggarjati. Tapi..yach dari pada nggak, jepret2 di luar nya juga gak masalah. Hehe...











Akhirnya sore itu kami kembali ke hotel, untuk beristirahat setelah seharian mengunjungi obyek2 wisata. Dan karena besok hari akan kembali ke Lampung, malamnya kami makan di rumah makan yang belum ada di Lampung, hehe...narsisdotcom judulnya. Dan makanannya yummy.....(bukan promosi lhohhhh....)















Akhirnya, berakhir deh holiday ke Cirebon. Selain kebersamaan dengan keluarga kecilku, banyak juga yang kami dapat dari perjalanan ini. Dari beberapa tempat itu menambah pengetahuan sejarah dan juga keunikan2 alam yang membuat tersadar diri bhw kita hanyalah sekelumit kecil makhluk ciptaan Allah diantara ciptaan2 kebesaran lainnya.



Rabu, 24 Februari 2010

Pola Hidup Rasulullah SAW...


Dalam berbagai aktifitas dan pola kehidupannya, Rasulullah SAW memang sudah dirancang oleh Allah SWT sebagai contoh teladan yang baik (al uswah hasanah) bagi semua manusia. Teladan ini mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk pola makan. Sepintas masalah makan ini tampak sederhana, tapi dengan pola makan yang dicontohkan Rasulullah saw, beliau terbukti memiliki tubuh yang sehat, kuat dan bugar. Bahkan, berbagai riwayat shahih menjelaskan bahwa Rasulullah saw sanggup membanting Rukanah beberapa kali dalam sebuah pertarungan gulat, padahal Rukanah adalah juara gulat Mekkah yang saat itu tak terkalahkan.

Ketika Kaisar Romawi mengirimkan bantuan dokter ke Medinah ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah saw tentang rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit. Rasulullah saw bersabda:”Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali sudah betul betul lapar dan apabila makan, kami berhenti sebelum kekenyangan”

Aktifitas Rasulullah saw yang padat dengan dakwah dan perjuangan menegakkan agama yang masih muda ini, sehingga tiap menit dalam kehidupan Rasulullah saw selalu diisi dengan kegiatan produktif. Rasulullah saw hampir tidak pernah bermalas malasan, bebicara tanpa tujuan ataupun tidur yang melebihi batas. Siang dan malam waktu beliau dipadati oleh urusan dakwah dan perjuangan. Aktifitas yang sarat beban ini harus didukung oleh kondisi fisik yang prima. Dan Alhamdulillah, Rasulullah saw selalu dalam keadaan sehat dan hanya mengalami dua kali sakit selama hidupnya. Pertama, ketika beliau diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah saw di Madinah. Kedua, menjelang wafatnya.

Para ahli kesehatan menilai gaya hidup Rasulullah saw dalam mengkonsumsi makanan, memberikan pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan beliau. Kecerdasan Rasulullah saw dalam memilih menu makanan dan mengatur pola konsumsi telah menentukan tingkat kesehatan beliau.

Akhir akhir ini dunia medis baru menyadari bahwa ternyata pola makan merupakan faktor penentu dari penyakit-penyakit yang diderita manusia. Kebanyakan penyakit disebabkan oleh kacaunya pola makan, dan begitu pula faktor penyembuhan penyakit seringkali ditentukan dari pola makan seseorang. Itulah sebabnya sekarang pola makan menjadi bagian dari obat dan penyembuhan. Selama ini dikenal dua bentuk pengobatan, yaitu:

1. Pengobatan sebelum terjangkit penyakit, yang sering disebut sebagai pencegahan.
2. Pengobatan setelah terjangkit penyakit (ath thib al’ilaji)

Dengan mencontoh pola makan Rasulullah saw, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza). Hal ini jauh lebih baik dan murah daripada kita harus berhubungan dengan obat-obat kimia senyawa sintetik yang hakekatnya adalah racun. Berbeda dengan pengobatan alamiah Rasulullah saw melalui makanan dengan senyawa kimia organik.

Kita mengenal ungkapan “mencegah lebih baik dari mengobati”. Mengenal serta meneladani pola makan Rasulullah saw merupakan langkah aplikatif dan tidakan preventif dari penyakit yang bisa menyerang tubuh kita. Jika kita cermat melihat pola hidup Rasulullah saw, maka akan kita dapati point penting sbb:

Asupan awal ke dalam tubuh Rasulullah saw adalah udara segar dipagi hari. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan (shalat) qiyamullail. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal ini jelas sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas dalam aktifitasnya sehari penuh. Orang yang memulai kehidupan dipagi hari dengan bangun subuh, biasanya menjalani hari dengan penuh semangat dan optimisme. Berbeda dengan orang yang tidak bangun subuh, biasanya lebih mudah terserang rasa malas beraktifitas.


Dipagi hari, Rasulullah saw menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya. Mulut dan gigi merupakan organ tubuh yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu. Kita tahu siwak mengandung fluor yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi. Fluor yang terkandung dalam siwak merupakan fluor alami yang berguna, berbeda dengan fluor sintetik yang dapat membahayakan kesehatan. Saat ini, fluor alami yang terdapat dalam siwak sudah mampu di ekstraksi dalam bentuk pasta gigi agar mudah digunakan.


Dipagi hari pula Rasulullah saw membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasitnya luar biasa. Dalam Al-Qur’an, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh, menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Hal ini berarti pada dasarnya madu bisa menjadi obat atas berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan. Madu juga mengandung mikronutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dalam istilah masyarakat Arab, madu dikenal dengan al hafidz al amin karena bisa menyembuhkan luka bakar.


Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah saw senantiasa mengkonsumsi 7 butir kurma ajwa’ (matang). Rasulullah saw pernah bersabda, “Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”. Hal ini berbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah saw pada sebuah percobaan pembunuhan diperang Khaibar, racun yang tertelah oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Sementara itu Bisyir ibnu al Barra, salah seorang sahabat yang ikut memakan makanan yang beracun tersebut, akhirnya meninggal. Tetapi Rasulullah saw selamat dari racun tersebut. Rahasianya adalah 7 butir kurma yang biasa dikonsumsi Rasulullah saw.


Menjelang sore hari, menu Rasulullah saw biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu saja tidak hanya cuka dan minyak zaitun, tetapi dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan dihari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjadi suhu tubuh dimusim dingin. Ada cerita menarik terkait dengan buah Tin dan minyak Zaitun. Allah swt bersumpah dalam surat At Tin. Dalam Al-Qur’an surat At Tin kata at tin hanya disebutkan sekali saja, sedangkan az zaytun diulang sampai 7 kali. Seorang ahli melakukan penelitian terkait hal itu. Kesimpulannya luar biasa: jika zat-zat yang terkandung dalam at tin dan az zaytun berkumpul dalam tubuh manusia dengan perbandingan 1:7, maka akan menghasilkan ahsani taqwin (tubuh terbaik dan optimum kekuatannya) sebagaimana tercantum dalam surat At Tin.

Dimalam hari, menu makan malam Rasulullah saw adalah sayur mayur. Beberapa riwayat mengatakan, Rasululah saw selalu mengkonsumi sana al makki dan sanut. (Dalam kamus Al Munjid sana dan sanut berarti jenis tumbuh-tumbuhan, bisa bermakna sayuran atau lalapan. Tetapi sanut bisa berarti pula madu dan keju). Menurut Prof Dr Musthofa, di Mesir keduanya mirip dengan sabbtah dan ba’dunis. Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang luar Arab, tapi Prof Musthofa menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. (dr Gia PMA).

** Sumber : Dari Facebook Deddy Hidayat.