.

Pages

Senin, 15 Februari 2010

Trip ke Cirebon Project

Trip ini sebenernya tgl 12-14 November 2009 yang lalu, tapi gak apa deh di posting sekarang, krn nilai historynya tinggi...hehehe.....

Proyek kantorku ada di Cirebon, yaitu proyek PLTU 660MW Coal Fired Power Plan. Proyek ini sudah kami laksanakan sejak tahun 2007 lalu dan masih berlanjut sampai sekarang. Proyek ini kebetulan proyek paling besar yang kami miliki dalam 13thn terakhir. Proyek PLTU ini merupakan konsorsium dari Marubeni dengan PT PLN (Persero). Perusahaanku adalah salah satu subkontraktor yang berada di bawah PT Doosan Heavy Industries.


Sehubungan dengan proyek tersebut, ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan dengan mengunjungi langsung site. Nah...Perjalananku dimulai dari Lampung, trus ketemuan dengan teman kantor di Cengkareng, lanjut ke Gambir tuk naek kereta ke Cirebon. Huffhh..hari yang melelahkan..Tapi...krn dilakonin bareng2 dan sepanjang perjalanan penuh dengan curhat2an dan cerita2 yang menyenangkan, so..perjalanan kereta selama 4 jam gak kerasa deh. Semangad...

Nyampe di cirebon (ini kali ke-2 bagiku), kami langsung ke hotel dulu tuk rehat bentar, trus langsung ke proyek tuk meeting pertama di sore hari. Minimal tugas kantor harus jalan dulu, baru urusan walking2 dipikirkan selanjutnya. Hehe..gitu deh jadinya, secara temen kantorku (Dian dan Ria) sama2 type wanita yang suka trafelling dan orangnya asyik tuk jadi temen ngobrol. Yach klop deh.

Kebetulan di Cirebon aku punya teman yang gak kalah asyiknya dengan Dian dan Ria, namanya Dianing. Gadis manis (sekarang udah jadi penganten..hehe) itu yang memang kerja di Cirebon memaksa kami (wuih...memaksa..) tuk menerima ajakan tuk makan malam. Wahhhh....enaaakkk tenannnnn...kami di ajak makan di H. Moel Seafood...yummy.....udang bakar, kepiting, ikannya enaaaakkkk semua. Sampe2 nambah nih makannya. Makasih yach Dianing cantik tuk traktirannya......











Besoknya (hari ke-2) nongol dari pagi di kantor site, yach super sibuk deh, ngurusin beberapa item kerjaan yang jadi subyek trip, yach syukurlah menjelang magrib kelar. Dannnnnn....eng ing eng.....so pasti lah gak ketinggalan...hunting batik di Trusmi. Itu tempat yang wajib deh dikunjungin kalo ke Cirebon, secara di Trusmi batik2nya bagus2 dan murah2. Apalagi motif mega mendung (salah satu batik ciri khas cirebon)...warna2nya menggelitik tuk dibeli, hehe.....











Pulang dari Trusmi, perut udah keroncongan.....nangkring deh di Grage dan nemu tempat makan yang interiornya unik, serasa ada di hongkong. Wkkk.....Tapi aku dan Dian ada pengalaman lucu deh tentang minuman. Jadi deh pengalaman pribadi, jangan coba2 tuk milih menu yang lum pernah dicoba kalo perut lagi laper...berhubung ada es yang namanya menggoda "Es Sarang Burung Lengkeng" hehehe..ternyata begitu dicoba rasanya terlalu asem....hehe......


Pulang dari makan, balik ke hotel dan berharap mimpi indah tuk menyemangati agenda esok hari (weleh..weleh bahasanya...)

Di hari ke-3 (terakhir) kami ke kantor site project pagi2, dan krn sudah selesai semua agenda kerja, kami mencoba tuk keliling proyek dan so pastinya jepret sana sini deh tuk dapet kenangan di proyek, hehe................narsis dot com....





















Sebelum pulang, kami mampir ke Masjid At - Taqwa dan menyempatkan diri tuk berphoto juga disitu.










Trip kali ini menyisakan kenangan bagi kami, selain menyelesaikan salah satu item pekerjaan, tapi di sisi lain, menambah keakrapan juga tuk menambah wawasan.....terutama saat melihat hasil pekerjaan proyek di pinggir laut itu yang buat bangga lihatnya, ternyata hasil kerja teman2 di proyek yang dengan susah payah bisa keliatan juga hasilnya. Smoga proyek itu lancar dan sesuai dengan schedule. Amin.





Selasa, 17 November 2009

Jalan2 ke Bandung (Bag.2) - Ciwidey, FO

Di hari minggu yang cerah, tgl 18 oktober 2009, dari ba'da subuh udah pada siap2 deh, hehee...padahal mata masih ngantuk and badan capek krn sehari sebelumnya aktivitas panjang dimulai dari kerja, trus otw ke bandung, langsung jalan ke kampung daun sampe tengah malam, hmmm..pengen nambah jam tidur tapi....(kalo mau tidur sih gak usah di waktu jalan2, di rumah aja..hehhehe....) jadi semangaddddd.....




Wisata Kawah Putih Ciwidey terletak di Ranca Bali, sekitar 46 km dari kota Bandung, tepatnya di desa Sugih Mukti.
Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu 8-22 derajat Celcius. Di puncak Gunung Patuha terdapat Kawah Saat yang berada di bagian barad dan dibawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter diatas permukaan laut.Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada sekitar abad X dan XII silam.









Legenda Kawah Putih.

Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua atau "Patua". Dulu masyarakat setempat menganggap kawasan Gunung Patuha dan Kawah Putih ini sebagai daerah yang angker, tidak seorang pun yang berani menjamah atau menuju kesana. Konon karena angkernya, burungpun yang terbang melintas di atas kawah akan mati.

Misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap pada tahun 1837 oleh seorang peneliti botanis Belanda kelahiran Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1890-1864) yang melakukan penelitian di kawasan ini. Sebagai seorang ilmuwan, Junghuhn tidak mempercayai begitu saja cerita masyarakat setempat. Saat ia melakukan perjalanan penelitiannya menembus hutan belantara Gunung Patuha, akhirnya ia menemukan sebuah danau kawah yang indah. Sebagaimana halnya sebuah kawah gunung, dari dalam danau keluar semburan aliran lava belerang beserta gas dan baunya yang menusuk hidung. Dari hal tersebut terungkap bahwa kandungan belerang tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang melintas di atas permukaan danau Kawah Putih.


Karena kandungan belerang di danau kawah tersebut sangat tinggi, pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining "Kawah Putih". Kemudian pada zaman Jepang, usaha tersebut dilanjutkan dengan nama Kawah Putih Kenznaka Gokoya Ciwidey yang langsung berada dibawah penguasaan militer Jepang.




Subhanallah...begitu melihat kawah itu, nampak asri dan indah sekali. Terasa penciuman bau menyengat belerang tapi tak membuat berkurang keindahannya. Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Air di danau kawahnya dapat berubah warna, kadangkala berwarna hijau apel kebiru-biruan bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu. Paling sering terlihat airnya berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah. Selain itu permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan disekitarnya pun didominasi warna putih, oleh karea itu disebut Kawah Putih.











Di area parkiran, tak lupa kami menikmati makanan lezat strawberry yang dilapisi dengan coklat, atau blueberry. Bagiku rasanya nikmat sekali. Segarrrr.....


Setelah meninggalkan kawasan Kawah Putih, kami beranjak ke perkebunan teh yang ada flying fox nya juga. Kebetulan gadisku Tasya suka dengan olahraga satu ini, dan keindahan pemandangan kebuh teh pun menjadi kenikmatan tersendiri bagi kami.









Penasaran dengan rasa strawberry saat mencicipi di area parkir, setelah flying fox dan menikmati kesejukan kebun teh, kami pun mampir ke sebuah kebun strawberry. Pengunjung dimanjakan dengan dibolehkannya memetik dan mencicipi langsung strawberry di area perkebunan tersebut. Kenikmatan tersendiri memetik buah yang selama ini tak pernah terlihat bentuk batang dan daunnya. Serasa petani strawberry, aku berkali2 memetik strawberry yang ranum2 dan dikumpulkan di suatu wadah yang akhirnya akan ditimbang tuk dibeli. Hmmm yummy...segarrrrr...











Setelah berwisata ke Kawah Putih, Flying Fox, Kebun Teh, Memetik Strawberry tibalah saatnya kami menikmati kota Bandung tuk melihat factory outlet. Dikarenakan waktu yang tak terlalu lama, dimana malam hari kami hrs bergegas menuju Jakarta, akhirnya beberapa FO sempat kami kunjungi di area Jalan Riau.










Setelah ke FO, kami sempatkan tuk melihat dari luar Gedung Sate Bandung yang menjadi iconnya kota Bandung. Karena waktu terbatas dan kebetulan sedang ada perhelatan pameran di area luar, maka kami hanya bisa melihat gedung tersebut dari luar saja.




Tak lupa juga sebelum meninggalkan Bandung, kami mengunjungi tempat oleh2 khas Bandung, Kartika Sari. Setelah puas tuk oleh2, kami pun meninggalkan Bandung menuju Jakarta dengan beribu rasa kepuasan tersendiri.


Insya Allah di lain waktu dapat kembali ke Kota Kembang Bandung yang fenomenal. Amin.
















Minggu, 15 November 2009

Jalan2 ke Bandung (Bag.1) - Kampung Daun

Pertengahan bulan oktober lalu, aku dan bbrp teman kantor rencana mau holiday ke kota kembang Bandung, dan gadisku Tasya ikutan juga. Pulang kantor di hari sabtu, kebetulan aku lagi business trip di kantor jakarta, siang ku jemput gadisku di bandara dari lampung, dan barengan kami otw ke bandung. Nyampe disana sudah magrib, dan setelah check in hotel dikawasan Ciampelas, kami berencana mau dinner ke "Kampung Daun Culture & Gallery."



Kampung Daun berada di sebuah lembah kecil, kawasan obyek wisata Cihideung, di belahan Utara Kota Bandung. Lokasinya yang terletak 4,7 km dari mulut Jalan Sersan Bajuri, berada di dekat pertigaan Terminal Ledeng. Arah jalan menuju Lembang.

Disini ada berbagai karakteristik dan keunikan wilayah pedesaan yang masih bersifat tradisional tapi elegan. Di kafe ini dapat ditemui pedagang keliling yang menjual dodol lipet, gulali, dan harum manis yang duduk berjejer di tepi jalan setapak Kampung Daun. Tak ketinggalan hiburan asli setempat juga ada disini. Pengamen yang bermain harpa dan kecapi dengan jari-jarinya yang lentur, berkeliling dari saung ke saung. Benar-benar serasa di kampung deh.


Sampai disana sudah jam 9 malam. Dan suasananya rame sekali. Gak lupa lah pastinya jepret sana, jepret sini. Nyobain teh lemonnya yang dikemas unik, dan membuat suasana dingin jadi anget. Bagiku ini kali pertama ke tempat wisata itu, dan memang suasananya sangat berkesan sekali.





















Dikeremangan malam, suasana tempat yang indah dan makanan yang lezat benar2 membuat kita menjadi termanjakan suasana..hehee....promosidotcom nih.



















Sekitar jam 11 malam, kami putuskan tuk pulang. Goodbye Kampung Daun, bagiku sangat berkesan tuk hadir disana. Dan sesampainya di hotel, langsung tanpa komando masing2 bersiap tuk istirahat tuk melanjutkan wisata esok hari.

*) Bersambung.



Gadisku Tasya ....

Seminggu dari Lebaran Idul Fitri 1430 H, sepupuku Efrita yang biasa dipanggil Efit menikah dengan Dono. Namanya juga helatan keluarga, otomatis sebagian besar keluarga absen deh di acara itu. Moment yang tak terlupakan, krn saling bertatap muka disela2 kesibukan masing2. Tapi dibalik moment itu, bagiku pribadi ada pengalaman lucu.












Gadisku, Tasya dipilih menjadi panitia. Baginya, ini adalah pengalaman pertama harus menjadi pagar ayu dalam suatu wedding party. Jadi, dari dimulai persiapan baju kebaya, kain apa yang mau dipakai, bagaimana model rambut dan make up nantinya, hampir semuanya menjadi bahan perdebatan yang seru antara aku dan tasya.

Model kebaya, kebetulan yang kupilih sesuai dengannya, sehingga sang kebaya lolos seleksi tanpa perdebatan. Kain yang akan dipakai pun sama, terpilihlah salah satu koleksi tapisku untuk dipakai dan lolos juga ke tukang jahit. Tentang sepatu/sandal yang akan dipakai, nah ini yang paling seru. Perdebatan sengit and rumit yang terjadi antara kami ber2. Hehee...tasya inginkan pakai sepatu lengser, tapi bagiku yang bagus adalah higheels. Suatu sore aku, tasya dan hubby keliling tuk cari benda tersebut. Saat pemilihan model sepatu/sandal, aku sarankan ini tasya gak mau, sarankan itu enggak setuju juga, mungkin ada sekitar 10lebih model yang kusarankan dia gak setuju. Begitu kutanyakan yang dia setuju, aku tertawa krn yang dibawanya seperti sepatu yang akan dipakai utk les/acara ringan begitu. Hehe..maklumlah, ini 1st time utknya. Tapi, dengan sedikit memaksa, dia pun gak setuju. Akhirnya, jalan pintas kulakoni. Harus ada penengah tuk gencatan senjata, itulah hubby. Hehee..dengan gaya memelas aku sampaikan ke hubby permasalahan kami, dan akhirnya hubby setuju denganku dengan pertimbangan fasionable. Akhirnya...aku menanggggggg...hehehe....











Begitupun model rambut dan make up aku berdebat bagaimana mau dan baiknya. Aku mau ini, tasya gak setuju dan juga sebaliknya gitu. Hingga akhirnya menjelang hari "H" tuk salon, diputuskan oleh si perias. Dan hasilnya menakjubkan, bagiku gadisku itu tampak lain dari aslinya, lebih terlihat cantik..hehhee......










Dari semua kejadian itu membuatku tersadar, bahwa gadisku yang selama ini kukenal ternyata jauh lebih cantik saat melihatnya berbusana kebaya, juga menyadarkanku bahwa gadis kecilku sudah bisa mempunyai keinginan sendiri krn sebelumnya biasanya bila aku kasih pilihan dia akan dengan enteng menjawab, "terserah mami aja deh, saya ikut" hehee....ternyata saat ini dia sudah punya pilihan sendiri yang bisa jadi berbeda denganku. That's oke honey..i just want to see u be a good peope, whatever your choice.....

Begitulah sekelumit ceritaku tentang persiapan moment acara itu. Dan tak lupa kuucapkan tuk adinda Efit dan Dono, "Selamat menempuh hidup baru semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah." Amin.







Senin, 12 Oktober 2009

Memory dengan Sepupuku...

Lebaran..so pasti kumpul semua deh, begitupun dengan sepupu2ku dari ibu, kebetulan waktu kecil, kami termasuk dekat dan sampai sekarang pun demikian. Saat lebaran dan momen berkeliling2 semua ikut serta....nah berhubung salah seorang sepupuku yang tinggal di jakarta (kanjeng aku memanggilnya) masih stay di lampung, kami sempetin deh tuk jalan bersama keliling2.


Hari itu, kebetulan aku gak kerja, so kami janjian tuk makan siang dan nonton bareng. Karena aku sang pengundang acara, so pasti aku deh yang jemput mereka semua, kebetulan ibu dan salah seorang adikku bisa ikutan. Jemput sepupu2ku yang mo ikutan, dan terakhir sebelum makan jemput gadis ku "tasya" di sekolah.











Makan siang sudah pasti deh diisi dengan cerita2 satu sama lain. Saling canda tawa, dan yang pasti sok narsis, jepret sana jepret sini..hehee.....Semua makanan habis deh dilahap berhubung terlalu banyak tertawa pastilah perut jadi keroncongan. Semangaddd.....










Sampe di akhir makan pun, masih sempet deh photo2. Lumayanlah buat kenang2an, bisa untuk nambah senyuman kalo lagi pada berjauhan. Sesudah makan, jadi deh mau nonton bareng. Kebetulan kami sepakat mau nonton Get Married 2. Nah ada cerita menarik nih dalam perjalanan ke 21.

Karena lewat jalan tikus, akhirnya nyasar deh. Hehehe...tinggal di lampung kok bisa nyasar di lampung....maludotcom deh judulnya. Nanya ke seorang nenek2 yang kebetulan ada dipintu rumahnya, dan waktu kami tanya ternyata sang nenek sudah agak berkurang pendengarannya. Jadi tertawa gak terbendung deh waktu pertanyaan dan jawaban gak nyambung. Hehehehe.....Akhirnya gak berhasil tanya ke sang nenek, dilanjutin deh ngikutin jalan aja, ternyata di depan ada mobil yang keliatannya tau jalan. Alhasil pede abiezz deh ngikutin mobil itu dengan harapan bisa ketemu ke jalan protokol. Ternyata....lagi2 deh perut dikocok. Belum sampe titik omongan kanjengku, "kita ikutin aja deh mobil di depan ini, kalo pun dia mo pulang ya udah nasib" wakakkakkkk....ternyata beneran tuh mobil mau masuk garasi. Cucian deh........

Hmmm...krn dasarnya emang orang baik (lebaydotcom)...alhamdulillah nyampe deh ke tujuan. Sampe di dalam bioskop, perut lagi2 diuji. Film Get Married 2 emang lucu banget. Lengkap deh hari itu dengan semua keceriaan yang tak habis sampai kembali ke rumah masing2. Menjadi kenangan yang indah untuk kami. We love each other deh pokoknya.





Senin, 05 Oktober 2009

Memory Lebaran 1430 H

Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Tersampaikan kalimat itu untuk semua teman2ku di manapun.

Lebaran...suatu moment yang pasti membekas dalam hati tiap muslim. Why not?....disaat itulah kita bertemu dengan sanak saudara, handai taulan, tetangga jiran...dan saling mengucap maaf lahir bathin. Di saat itulah segala kesalahan manusiawi yang telah kita buat terhadap orang lain serasa lapang untuk dimaafkan. Benar kan....??

Begitupun dengan tradisi di keluargaku, terutama dari keluarga ibundaku. Saat lebaran, dipastikan satu hari tertentu (biasanya H+3), yang total dihabiskan untuk saling berkeliling ke tiap rumah salah seorang dari kami dan pergi berkonfoi dari rumah ke rumah, dan setiap rumah yang akan disinggahi wajib menyajikan makanan khas ala kami, seperti bakso di rumah A, tekwan di rumah B, pempek di rumah C, makan siang di rumah D, dst sehingga kegiatan safari lebaran tersebut yang menghabiskan waktu dari pagi hingga malam akan membuat perut kenyang. Hehehe....











Pagi2 mulai janjian kumpul di rumah siapa, dan sudah kewajiban untuk membawa semua anggota keluarga, dan pastilah terbayang suasana yang rameeeee....Diawali dari rumah yang dituakan, slanjutnya diteruskan dan disesuaikan dengan menu yang tersedia, sehingga yang menyajikan makan siang harus di jam 12 untuk dikunjungi. Hehehe...dijamin perut terkenyang2 deh. Dan keadaan yang tak terlupakan, menu2 tersebut akan menjadi rebutan dalam hal penyajian, hal ini yg tak akan terlupakan. Lucuuuuuu kalau melihat suasana seperti itu.










Tetapi ada suasana tradisi yang bener2 heboh dan mungkin gak umum utk orang lain. Kami suka membagikan uang THR dengan cara yang unik. Uang itu di sawer ke atas, dan direbutkan oleh seluruh anak2 dan ibu2, nah itu yang seru. Sebenarnya nilai nominal mungkin tidak besar, hanya berkisar pecahan 2.000, 5.000, 10.000, dan sesekali pecahan 50.000. Tapi, bukan nilai nominal yang dipikirkan, semua nya berebutan untuk mendapatkan minimal satu lembar dari uang tersebut. Lebih lucu dan seru lagi.









Tapi inti dari semuanya, nilai yang tak terlupakannya adalah kebersamaan, disela2 kesibukan masing2 yang membuat pertemuan menjadi hal yang mustahil, disaat itulah saling bertatap muka, bercanda tawa, senda gurau, bercerita ttg segala hal dalam kehidupan........moment itulah yang lebih berarti dari semuanya.











Semoga saja tradisi ini akan terus terjaga dan berlanjut di masa2 mendatang. Amin.